Assalamua'laikum warohmatulloh wabarokatu...
Wilujeng enjing...
Hai.... pagiii... Gimana nih ada rencana masak apa hari ini? Sepertinya tiap kali ditanya mau masak apa hari ini, kadang bisa jadi pertanyaan yang horor banget kan yah... Bukan kenapa kenapa, tiap hari masak melulu lama lama mati gaya juga muter-muter menu yang itu itu aja. Nah sekarang gak usah deh mati gaya lagi, secara udah ada website yang keren banget. Gak cuma ngasih resep, tapi juga aneka tips dan meal planner nya lho moms! Coba deh intip websitenya citarasa indonesia, di situ ada banyak banget resep-resep kekinian yang penting banget buat kita-kita yang doyan masak.
Kali ini, saya akan berbagi resep tapi tips seputar mengempukan daging untuk membuat sate, baik itu sate daging sapi atau pun sate daging kambing. Sate merupakan salah satu menu masakan yang cukup populer di masyarakat kita. Beragam sate dapat diolah dari kedua jenis daging ini, dari sate yang hanya digarami saja atau sate yang dimarinade dengan aneka bumbu seperti halnya sate marangi. Sayangnya mengolah sate dari daging kambing atau sapi ini kadang akan sedikit merepotkan karena apabila kita kurang pandai memilih jenis serta cara mengolahnya, maka serat daging sate yang kita buat malah akan menjadi keras dan alot. Penasaran kan gimana caranya biar sate yang kita buat tidak alot? yuk simak apa aja sih tips nya:
1. Memakai Daun Pepaya
Cara yang paling tradisional sekaligus paling populer adalah dengan menggunakan daun pepaya. Daun pepaya mengandung enzim papain yang berfungsi memecah protein daging sehingga hasilnya daging sate olahan kita akan menjadi lebih empuk. Untuk mengempukan daging memakai daun pepaya ini cukup mudah, setelah daging dibersihkan, lumuri dengan bumbu kemudian bungkus dengan daun pepaya yang sudah agak diremas remas supaya getahnya keluar. Tapi memakai cara ini tidak perlu lama lama cukup 30-60 menit supaya daging tidak terlalu empuk. Proses ini juga membantu meresapkan bumbu ke dalam daging.
Cara yang paling tradisional sekaligus paling populer adalah dengan menggunakan daun pepaya. Daun pepaya mengandung enzim papain yang berfungsi memecah protein daging sehingga hasilnya daging sate olahan kita akan menjadi lebih empuk. Untuk mengempukan daging memakai daun pepaya ini cukup mudah, setelah daging dibersihkan, lumuri dengan bumbu kemudian bungkus dengan daun pepaya yang sudah agak diremas remas supaya getahnya keluar. Tapi memakai cara ini tidak perlu lama lama cukup 30-60 menit supaya daging tidak terlalu empuk. Proses ini juga membantu meresapkan bumbu ke dalam daging.
2. Memakai Nanas
Nanas mengandung enzim bromelin yang berfungsi menguraikan serat-serat dalam daging, sehingga daging akan lebih empuk saat diolah menjadi sate. Sebelum digunakan, nanas diparut terlebih dahulu, kemudian lumurkan pada daging. Namun karena enzim bromelin ini cukup kuat, maka jika daging direndam terlalu lama, akan cepat hancur saat dimasak.
Nanas mengandung enzim bromelin yang berfungsi menguraikan serat-serat dalam daging, sehingga daging akan lebih empuk saat diolah menjadi sate. Sebelum digunakan, nanas diparut terlebih dahulu, kemudian lumurkan pada daging. Namun karena enzim bromelin ini cukup kuat, maka jika daging direndam terlalu lama, akan cepat hancur saat dimasak.
Gimana udah kebayang kan tipsnya...? nah kalo mommies mau tau lebih lengkap resep ini sila click dan meluncur langsung ke websitenya Citarasa Indonesia. Jangan lupa simak tips tips lainnya dari tim dapur cita rasa Indonesia ya.....^ ^
Selamat mencoba, semoga bermanfaat...
Salam,
12 Komentar
Kalo pake daun pepaya baru tahu. Biasanya aku pake nanas ajah
BalasHapusiyaa mbak bisa juga kok :)
Hapussangat berguna untuk membuat daging menjadi empuk dengan citarasa indonesia
BalasHapusyoiiih kang :)
Hapusdaging mentah aja keliatan enak di foto ya hehe
BalasHapusmasaaaa :D
Hapusgw perna ngerendem daging dengan nanas buat sate, dan berhasil banget, semua sate ancur di panggangan
BalasHapushahahha eike jg pernah bang kelamaaan ancooorrrr T_T
HapusHai mbak.. klo pakai nanas, sehabis dilumuri dagingnya perlu dicuci lagi gak? Trus yg dipakai nanas muda apa nanas yg sudah masak? Makasi mbak :))
BalasHapustergantung masak ap, kalo pengen ada asem asemnya gak di cuci lagi, tapi kl buat bikin sate, diccuci lagi mbak. nanasnya sebaiknya yaang matang tapi jangan yang udah ancur, yang masih bisa diparut aja. Tapi kalo gak ada yang masih mentah jg gpp mbak :)
BalasHapusInfo yang bermanfaat mba, sama seperti blog saya fokus ke food blogger, salam dari saya stephanie.
BalasHapushallo mbak stephani, salam balik..:)
HapusSilahkan tinggalkan komentar jika berkenan...kalau kebaca Insyaalloh dibales, kalau enggak jangan ngambek, berarti yang punya blog lagi kelilipan nggak ketauan ada komentar nyelip^^